Kalaukita mengaku sebagai orang yang bertaqwa dan merasa bangga dan bahagia sebagai orang yang bertaqwa sudah barang tentu memerlukan pembuktian sebagai ciri-ciri orang yang bertaqwa. Dalam Al-Qur'an telah difirmankan Allah SWT dalam surat Ali Imran : 133 - 135: 133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang Adapunintisari khutbah Jumat tersebut adalah sebagai berikut : Tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan adalah untuk membentuk manusia yang bertaqwa. Karena dengan ketaqwaanlah manusia mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT yaitu dengan disediakannya surga sebagai balasannya. Lalu bagaimana ciri-ciri orang bertaqwa sesuai gambaran Surah Diantara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah, baik dalam waktu sempit maupun lapang. Khutbah Jum'at Shalat Merupakan Kewajiban Orang Mu KHUTBAH JUM'AT " KEWAJIBAN BERTAQWA KEPADATAQWA KE KHutbah Jum'at Akibat Maksiat Suatu Negeri; Khutbah Idhul Fitri, Songsong BerandaKhutbah Jum'at Ciri-Ciri Orang Yang Bertaqwa Menurut Al Qur'an Surat Ali Imran Ayat 133-136. Ciri-Ciri Orang Yang Bertaqwa Menurut Al Qur'an Surat Ali Imran Ayat 133-136. Redaksi. Jumat, 20 November 2020, 09:11 Jumat, 7 Januari 2022, 15:01 566 views. Ilustrasi Sujud. CiriCiri Orang Bertaqwa dan Konsekwensi Yang Harus Dilakukan, Khutbah Bahasa Indonesia Ditulis Oleh Untajiaffan; dalam Materi Tentang Pelajaran dan Inspirasi Hidup. Demikian khutbah Jum'ah ini kami sampaikan semoga kita dapat selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah setelah mengetahui ciri-ciri dan konsep peningkatannya, amin. Jadi ciri pertama adalah dibimbing oleh Allah pada kebaikan. Ketika berbuat dosa, ia tidak kebablasan, tetapi dibimbing untuk sadar dan bertobat kepada-Nya. Jamaah sidang Jum'at rahimakumullah. Kemudian ciri yang kedua dari orang yang dicintai Allah ta'ala adalah Allah Ta'ala akan mengumpulkannya dengan orang yang mencintai dirinya KhutbahJumat: Ciri-ciri Orang yang Dicintai Allah: Novi Amanah Jum 12 Muharram 1443, 20- 08- 2021. 1.180. KH Kgs Nawawi Dencik Al Hafizh saat menyampaikan khotbah jumat di Masjid At Thoriq Mardhotillah Palembang. ASSAJIDIN.COM — khutbah pertama. Termasukciri dari orang bertakwa adalah membenarkan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, yaitu Al-Qur'an dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Disebutkan oleh Al Imam Ibnu Katsir bahwa Ibnu Abbas RA mengatakan tentang makna QS. Al Baqarah [2] ayat 4 ini adalah, "mereka percaya kepada apa yang fOhu. - Jumat merupakan hari yang dipercaya umat muslim sebagai hari yang penuh berkah. Hari Jumat diyakini sebagai rajanya hari, karenanya pada hari tersebut terdapat sejumlah rangkaian ibadah yang harus dijalani khususnya umat muslim laki-laki. Ya, Shalat Jumat menjadi ibadah wajib dilaksanakan umat muslim laki-laki. Di hari yang sama umat muslim laki-laki juga dianjurkan untuk berpakaian rapi dan memakai wewangian sebagai sunnah di Hari Jumat. Selain itu, baik bagi muslim laki-laki maupun perempuan pun dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan seperti bershalawat hingga bersedakah. Dalam melaksanakan ibadah shalat jumat yang tidka bisa dilepaskan adalah menyampaikan khutbah jumat. Baca juga TEKS Khutbah Jumat Pekan Ini 9 Juni 2023 Penuh Makna Mengenai Berkorban dengan Berkurban Menjelang hari jumat, berikut sajikan kumpulan tema khutbah jumat - Tema 1 Khutbah Jumat Bekal Seorang Pemimpin - Tema 2 Khutbah Jumat Nikmatnya Surga, Pedihnya Neraka - Tema 3 Khutbah Jumat Keutamaan Memberi Maaf - Tema 4 Khutbah Jumat Meraih Kebahagiaan di Akhirat - Tema 5 Khutbah Jumat Bekal Menuju Kampung Akhirat -Tema 6 Khutbah Jumat Lima Ciri Manusia Dicintai Allah - Tema 7 Khutbah Jumat Mengatasi Penyakit Hasad - Tema 8 Khutbah Jumat Keistimewaan Orang Bertaqwa - Tema 9 Khutbah Jumat Tauhid dan Amal Shalih - Tema 10 Khutbah Jumat Sabar dan Shalat Baca juga Naskah Khutbah Jumat Hari Ini 2 Juni 2023 Bertemakan Pelajaran Bagi yang Belum Mampu Berhaji Amalan-amalan Sunnah di Hari Jumat Banyak amalan bisa dikerjakan pada hari Jumat yang tentunya mendatangkan banyak keberkahan dan pahala, mulai dari baca sholawat hingga sedekah. Amalan- amalan sunnah ini tentu merujuk pada apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat beliau hidup setiap hari Jumat. Salah satu amalan yang baik dilaksanakan adalah sedekah. Sedekah bisa dilakukan kapan pun, namun memberi sedekah di hari Jumat mempunyai keutamaan sendiri. Dikutip dari ada beberapa keutamaan sedekah hari Jumat yaitu Imam Abdurrazaq dalam kitab Al-Mushannaf meriwayatkan “Dan tidak ada matahari yang terbit dan terbenam pada suatu hari yang lebih utama dibanding hari Jumat. Bersedekan pada hari Jumat lebih besar pahalanya daripada semua hari lainnya.” Hari Jumat merupakan hari paling baik dibanding hari-hari lainnya. Bahkan disebut sebagai sayyidul ayyam, pemimpin hari-hari lainnya. Salamah dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda, “Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as. Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa di mana tidak seorangpun berdo’a kecuali Dia akan mengabulkan do’a itu.” [ Selain itu, pada hari Jumat-lah, laki-laki yang sudah baligh diwajibkan untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah. Seperti yang disebutkan dalam QS. AlJumu’ah 9-10 “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan salat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” QS. AlJumu’ah 9-10. Pada hari itu, Allah SWT membuka pintu ampunan, doa dikabulkan dan amal baik dijanjikan pahala yang sangat besar. Karena itu, Nabi SAW. menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah, zikir, shalawat, amal shaleh dan sedekah di hari Jumat. Disebutkan bahwa Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah pernah berkata tentang keutamaan sedekah hari Jumat. Beliau berkata; “Keutamaan sedekah di hari Jumat dibanding semua hari dalam sepekan seperti keutamaan sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.” Sebaiknya, sedekah hari Jumat dilasanakan pada pagi hari. Hal ini selain agar mendapatkan keutamaan sedekah hari Jumat, juga agar mendapatkan keutamaan doa malaikat. Para malaikat selalu mendoakan kebaikan pada setiap orang ber sedekah di pagi hari. Nabi Saw. bersabda; “Setiap pagi hari di mana para hamba berada di dalamnya, ada dua malaikat yang turun seraya malaikat pertama berdoa; Ya Allah, berikanlah bagi orang yang ber sedekah ganti. Dan malaikat satunya lagi berdoa; Ya Allah, berikanlah bagi yang tidak mau ber sedekah pelit kebinasaan.” HR. Bukhari dan Muslim. Selain Sedekah, berikut amalan-amalan di hari Jumat berlimpah kebaikan yang bisa dilakukan muslim di hari Jumat 1. Membaca Surah Al Kahfi2. Perbanyak Sholawat Nabi3. Perbanyak Doa4. Perbanyak Zikir5. Bersiwak, memotong kuku, mencukur kumis Khutbah Pertamaالحَمْدُ لِلَّهِ نَاصِرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ، خَاذِلِ الْكَافِرِيْنَ، مُعِزِّ اْلمُوَحِّدِيْنَ، وَفَاضِحِ اْلعُمَلَاءِ وَاْلمُنَافِقِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ إِمَامِ اْلمُجَاهِدِيْنَ، وَقَائِدِ اْلغِرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ، اْلمَبْعُوْثِ رَحْمَةً أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهً، نَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا شَيْءَ قَبْلَهُ وَلَا شَيْءَ بَعْدَهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ اْلكَافِرُوْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ إِمَامَنَا وَقَائِدَنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَغَ الرِّسَالَةَ، وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَكَشَفَ اْلغَمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى أَتَاهُ اْليَقِيْنُيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّه وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًايَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ * وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْأما بعدApa itu Takwa?Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,Pengertian takwa secara bahasaKata takwa sudah terlalu sering kita dengar di berbagai kesempatan. Tapi apakah sesungguhnya definisi dari takwa itu secara syar’i dari sudut pandang agama Islam?Sebab, sebagian kalangan terlalu menyederhanakan makna takwa sehingga kadang kata ini disematkan kepada orang non muslim dengan mengatakan, dia seorang kristen yang bertakwa. Padahal ini adalah istilah Syar’i dalam Islam dan sebuah atau kedudukan yang tinggi di sisi mungkin orang non Muslim bisa meraih gelar takwa. Tapi kita bisa mengatakan dia seorang non muslim yang relijius, atau taat dalam Muhammad Shalih Al-Munajjid menerangkan asal kata taqwa secara bahasa berarti qillatul kalaam, atau sedikit kata taqwa yang kita maksudkan di sini diambil dari al-itqaa’ yang berarti menjadikan anda sebagai penghalang antara anda dengan apa yang anda tidak sukai. Kata taqwa merupakan bentuk kata benda isim dari kata kerja ittaqa dan mashdarnya adalah al-itqaa’.Pengertian takwa secara syar’iAdapun pengertian taqwa secara syar’i, para ulama memberikan definisi dengan berbagai ungkapan yang Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa takwa adalah melakukan apa saja yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa saja yang Allah larang. [Majmu’ Fatawa 3/120]Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa takwa hakikatnya adalah beramal dengan ketaatan kepada Allah sebagai bentuk iman dan mengharapkan pahala baik dengan melaksanakan perintah atau meninggalkan melaksanakan apa yang Allah perintahkan karena beriman dengan perintah tersebut dan membenarkan janji-Nya, serta meninggalkan apa yang Allah larang karena beriman dengan larangan tersebut dan takut dengan ini sebagaimana dikatakan oleh Thalaq bin Hubaib,”Apabila terjadi fitnah, maka padamkanlah fitnah tersebut dengan takwa. Orang-orang bertanya,”Apakah takwa itu?” Dia menjawab,”Anda beramal dengan mentati Allah, berdasarkan cahaya dari Allah, dengan mengharapkan pahala Anda meninggalkan maksiat kepada Allah, berdasarkan cahaya dari Allah karena anda takut terhadap hukuman dari Allah.” Ini adalah pendapat terbaik tentang batasan dari takwa.” [Zaadul Muhajir, hal. 10].Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa takwa adalah ungkapan yang mencakup makna melakukan berbagai ketaatan dan meninggalkan berbagai kemungkaran.” [Tafsir Ibnu Katsir 1/284]Suatu kali Umar bin Khathab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhuma tentang takwa, maka Ubay menjawab,”Apakah anda pernah melalui jalan yang berduri?” Umar menjawab,”Ya.” Ubay bertanya,”Apa yang anda lakukan di jalan tersebut?” Umar menjawan,”Aku terus berjalan dengan sikap waspada atau hati-hati.” Ubay berkata,”Itulah Takwa.” [Tafsir Al-Qurthubi 1/203]Dalil Takwa Kepada AllahMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Di dalam al-quran banyak sekali ayat yang memerintahkan agar kita bertakwa kepada ALlah Subhanahu wa Ta’ala. Namun tidak memungkinkan untuk dikemukakan seluruhnya dalam kesempatan ini. Untuk diketahui, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan bahwa kata takwa dalam Al-Quran digunakan dengan makna-makna berikut ini1. Takwa bermakna rasa takut dan hormatHal ini sebagaimana dalam firman Allah Ta’alaوَإِيَّايَ فَاتَّقُونِdan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. [Al-Baqarah 41]. maksudnya adalah takutlah dan hormatlah pula dalam firman Allahوَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِDan peliharalah dirimu dari azab yang terjadi pada hari yang pada waktu itu [Al-Baqarah 281], yaitu takutlah terhadap hari tersebut dan apa saja yang terjadi pada hari Takwa bermakna Taat dan ibadahIni sebagaimana firman Allah Ta’alaيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; [Ali Imran 102]yaitu taatilah Allah dengan seenar-benar taat dan beribadahlah kepada-Nya dengan sebenar-benar ibadah. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan,”Agar mentaati Allah dan jangan dimaksiati, agar Allah diingat dan jangan dilupakan, serta agar Allah disyukuri dan tidak dingkari nikmat-Nya.” [Tafsir Ath-Thabari 3/375]3. Takwa dengan makna membersihkan diri dari dosa-dosaInilah makna takwa secara istilah. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَDan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. [An-Nur 52]Baca juga Khutbah Jum’at Khauf Takut Kepada AllahJamaah Jumat rahimakumullah,Orang-orang yang bertakwa itu memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat yang mudah dikenali di kalangan manusia dan jelas disebutkan dalam Al-Quran mereka dalah sebagai berikutBeriman kepada yang ghaib dengan keimanan yang Ta’ala berfirman,ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ2. Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,3. yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. [Al-Baqarah 2-3]Mereka suka memaafkan dan berlapang Ta’ala berfirman,وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰdan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. [Al-Baqarah 237]Tidak melakukan dosa besar dan tidak terus menerus tenggelam dalam dosa-dosa kecil. Bila terjerumus ke dalam dosa mereka segera bertaubat dari dosa Ta’ala berfirman,إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَSesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. [Al-A’raf 201]Jujur dalam perkataan dan perbuatanAllah Ta’ala berfirman,وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَDan orang yang membawa kebenaran Muhammad dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. [Az-Zumar 33]Mengagungkan syiar-syiar Alla dan Ta’ala berfirman,ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِDemikianlah perintah Allah. Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. [Al-Hajj 32]Yang dimaksud dengan mengagungkan syiar -syiar Allah adalah seorang Muslim itu menghormati larangan-larangan Allah dengan tidak melanggarnya dan menghormati perintah-perintah Allah dengan melaksanakannya dengan adil dan menghukum dengan Ta’ala berfirman,اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَBerlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Maidah 8]Mengikuti jalan para Nabi, orang-orang yang jujur serta para pembaharu kepada kebaikan mushlihun yang bersama Ta’ala berfirman,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَHai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. [At-Taubah 119]Buah Ketakwaan Kepada AllahJamaah Jumat rahimakumullah,Sesungguhnya takwa kepada Allah Ta’ala itu bermanfaat di dunia dan akhirat. Meninggikan derajat di dunia dan akhirat, mengantarkan kepada kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari keburukan dunia dan ini buah-buah dari sikap takwa dan faedah-faedah yang didapatkan oleh orang yang bertakwa sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid1. Takwa merupakan sebab mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’alaHal ini sebagaimana dalam hadits dari Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Sesungguhnya, pada hari Allah menciptakan langit dan bumi Allah menciptakan seratus rahmat memenuhi antara langit dan sana Allah membagi satu rahmat di antara para makhluk. Dengan rahmat tersebut seorang ibu menyayangi anaknya, dengan rahmat tersebut binatang buas dan burung-burung meminum air, dengan rahmat tersebut mahluk saling mengasihi satu sama kiamat telah tiba Allah membatasi rahmat tersebut hanya untuk orang-orang bertakwa dan menambahkan kepada mereka 99 rahmat yang tersisa.”[diriwayatkan oleh Al-Hakim 7628 dan dia berkata,”hadits shahih berdasarkan syarat Muslim dan juga diriwayatkan oleh Muslim dari Salman tanpa ada lafazh Qashsharoha alal muttaqiin” “Allah membatasinya pada orang-orang bertakwa.”]Suatu hari ada seorang pengemis meminta kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma. lantas dia berkata kepada anaknya,”Berilah satu dinar.” yang setara sekira 1 juta rupiahLantas anaknya memberinya. Setelah pengemis tersebut pergi, anaknya yang bernama Uqail berkata,”Semoga Allah menerima sedekahmu wahai ayah.”Abdullah bin Umar berkata,”Andaikan aku mengetahui bahwa Allah telah menerima satu sujud saja dariku atau satu dirham sedekahku, tidak ada perkara ghaib yang lebih aku sukai melebihi kematian. Tahukah kamu, Allah menerima amal dari siapa? Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang yang bertakwa.” [Tarikh Dimasyqi 31/146]2. Takwa sebab selamat dari siksa duniaAllah Ta’ala berfirman,وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَDan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa. [Fushilat 18] maksudnya adalah dari siksa dunia3. Takwa mengantarkan kepada ridha Allah dan menghapus keburukan, menyelamatkan dari neraka dan mendapatkan Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِDan sekiranya ahli kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami Masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. [Al-Maidah 65]4. Takwa adalah sebab kemuliaan di sisi Allah Ta’alaAllah Ta’ala berfirman,إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌSesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [Al-Hujurat 13]5. Kecintaan Allah, para malaikat dan manusia kepada orang bertakwaAllah berfirman,بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَBukan demikian, sebenarnya siapa yang menepati janji yang dibuatnya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. [Ali Imran 76]Apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang, maka Allah memanggil Jibril agar mencintainya kemudian para penduduk langit akan mencintainya dan setelah itu para penduduk bumi akan Allah akan memberikan pertolongan dan dukungan-Nya kepada orang Ta’ala berfirman,وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَBertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.[Al-Baqarah 194]Kebersamaan ma’iyyah di ayat ini adalah kebersamaan dengan pertolongan, dukungan dan penyelesaian. Allah Ta’ala memberikannya kepadanya para nabi yang Mendapatkan kabar gembira di sini bisa berupa pujian dari manusia, atau kabar gembira dari malaikat saat akan meninggal dunia. Allah Ta’ala berfirman,أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ .الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَلَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُIngatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat janji-janji Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. [Yunus 62-64]8. Takwa adalah sebab mendapatkan hidayah al-QuranAllah Ta’ala berfirman,’ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَKitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,[Al-Baqarah 2]9. Diberi ilmu yang bermanfaatAllah Ta’ala berfirman,وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُDan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; [Al-Baqarah 282]10. Mendapatkan rezeki bashirahOrang yang bertakwa itu memiliki bashirah, dan furqan yang dengannya bisa membedakan antara haq dan bathil. Dia memiliki cahaya dari Rabbnya yang menerangi Ta’ala berfirman,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًاHai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. [Al-Anfal 29]11. Takwa merupakan jalan keluar dari segala kesempitan dan sumber rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka oleh orang yang bertakwa Ta’ala berfirman,وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُBarangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.[Ath-Thalaq 2-3]12. Dimudahkan segala urusannyaAllah Ta’ala berfirman,وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًاDan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. [Ath-Thalaq 4]13. Orang yang bertakwa diberi rezeki berupa barokah dari langit dan dimaksud dengan barokah adalah bertambah banyaknya sesuatu yang Ta’ala berfirman,وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَJikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A’raf 96]14. Mendapatkan pemeliharaan dan penjagaanAllah Ta’ala berfirman,وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًاJika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. [Ali Imran 120]Dengan takwa Allah menghindarkan orang yang bertakwa dari kejahatan para penjahat dan tipu daya orang-orang yang Terpeliharanya keluarga, harta dan berbagai maslahat setelah Ta’ala berfirman,وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًاDan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. [An-Nisa’ 9]Allah Ta’ala memberikan bimbingan kepada para orang tua yang khawatir meninggalkan keturunan yang lemah dengan bertakwa dalam seluruh keadaan mereka agar anak-anak mereka Allah Ta’ala memberinya ganti yang lebih baik dari apa yang telah dia Abu Qatadah dan Abu Duhama’, mereka berkata,”Kami mendatangi seorang pria Arab pedalaman,lantas pria Badui tersebut berkata,”Rasulullah ﷺ memegang tanganku lalu mengajariku ilmu yang Allah Tabaroka wa Ta’ala ajarkan bersabda,”Sesungguhnya tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena bertakwa kepada Allah Azza wa jalla kecuali Allah akan memberikan kepadamu yang lebih baik darinya.” [Hadits riwayat Ahmad 20215]17. Takwa merupakan sebab dari ketenangan As-Suyuthi berkata,”Takwa menambah rezeki dan menenangkan hati.” [Syarh Sunan Ibnu Majah 311]بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah Keduaالحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَ اْلشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُContoh Takwa Dalam Kehidupan Sehari-HariJamaah Jumat rahimakumullah,Pada kesempatan khutbah yang kedua ini kami akan berikan contoh takwa dalam kehidupan seorang ayah yang memiliki banyak anak, maka salah satu kewajibannya adalah bersikap adil kepada semua anaknya. Tidak boleh ada ﷺ pernah mengingatkan seorang sahabat saat dia berkata kepada beliau bahwa dia hendak memberi anaknya sesuatu. Lantas nabi ﷺ mengingatkannya agar anaknya yang lain juga harus diberi. Ini aplikasi takwa dalam masalah pemberian kepada tua yang bertakwa salah satu cirinya pasti mampu berbuat adil kepada anak-anaknya. Kalau biasa tidak adil kepada anak-anaknya bisa dipastikan takwanya sangatlah lemah atau bahkan tidak ada sama seorang Muslim memiliki istri lebih dari satu, salah satu kewajibannya adalah bersikap adil dalam pemberian jatah gilirannya. Tidak boleh ada kezhaliman dalam hal adil kepada anak dan istri ini hanya akan muncul dari sikap ayah dan suami yang bertakwa. Tanpa takwa hampir bisa dipastikan akan terjadi kezhaliman kepada anak-anak dan pula dengan seorang pemimpin dengan skala yang lebih luas, apakah pemimpin sekolah, sebuah departemen, atau bahkan pemimpin wilayah kecil hingga pemimpin itu benar-benar memiliki kesempurnaan sifat orang bertakwa maka salah satu cirinya bisa dipastikan dia akan sanggup bersikap adil sesuai tuntunan bila takwanya sangat lemah, sangat jauh dari ciri-ciri orang bertakwa dan bahkan tidak bertakwa sama sekali, maka hampir bisa dipastikan yang terjadi adalah berbagai macam ketidak adilan, kezhaliman, perampasan hak dan berbagai macam kerusakan lainnya. Ini sekedar contoh kecil dari salah satu ciri orang yang bertakwa yaitu berbuat lainnya adalah bila seseorang itu bertakwa maka dia tidak akan pernah mau memakan makanan yang haram atau mendapatkan penghasilan dengan cara yang yang benar-benar bertakwa sanggup untuk meninggalkan tawaran atau godaan yang sangat menggiurkan dalam hal duniawi bila itu memang tidak kehidupan orang shaleh yang bertakwa di masa kejayaan Islam begitu banyak jumlahnya sampai pada level seolah itu hanya sebuah utopia yang tidak mungkin ada dalam kehidupan di masa sekarang. Namun semua itu nyata dan benar ini tentu saja masih ada orang-orang seperti itu, namun tentu saja jumlahnya sangatlah sedikit. Terkadang orang yang memegang idealisme untuk tidak mengambil harta secara haram justru disingkirkan dari suatu komunitas, atau diasingkan dalam dicopot dari jabatannya bia dia seorang pejabat yang jujur dan bertakwa karena dianggap menjadi duri dalam daging dalam sebuah lingkungan yang sudah sangat yang menimpa Khalifah Umar bin Abdul Azis rahimahullah yang terkenal adil dan jujur dan sangat hari-hati dalam hal menggunakan harta milik negara. Akhirnya beliau dibunuh oleh para pejabat di lingkungan istana yang tidak suka kepada PenutupKita berlindung kepada Allah dari kejahatan para pendengki dan para pengikut hawa nafsu. Demikian khutbah tentang takwa yang bisa kami sampaikan. Semoga kita akhiri dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًافَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلَى سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ وَإِمَامِ اْلمُرْسَلِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ، وَأَكْرَمَنَا بِذِكْرِكَ فِيْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمُنَّ عَلَيْنَا بِالتَّوْبَةِ وَاْلإِنَابَةِ وَالْخَشْيَةِ، اللَّهُمَّ تَجَاوَزْ عَنْ تَقْصِيْرِنَا وَسَيِّئَاتِنَا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَسَائِرِ أَهْلِيْنَا، وَبَارَكَ لَنَا فِيْ أَعْمَارِنَا وَأَعْمَالِنَا وَأَقْوَاتَنَا وَأَوْقَاتَنَااللَّهُمَّ اكْشِفْ عَنِ اْلمُسْلِمِيْنَ مَا نَزَلَ بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ وَبَلَاءٍ، وَفَقْرٍ وَتَشَرُّدٍ، وَقَتْلٍ وَاقْتِتَالٍ، وَوَسِّعْ عَلَيْهِمْ فِيْ اْلأَمْنِ وَالرِّزْقِ، وَجَنِّبْنَا وَإيَّاهُمُ اْلفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِرَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِعباد الله إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ * وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا اللهَ اْلعَظِيْمَ اْلجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَBaca Juga Tentang Khutbah Jum’at– Kumpulan Khutbah Jum’at Lengkap– Khutbah Jumat Tentang Ikhlas– Khutbah Jumat Tentang Syukur– Khutbah Jumat Tentang Berharap kepada Allah Khutbah I السَّلَامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَامُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِدّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيّ الأُمِيّ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدَه فَيَا مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْن. أُصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا تَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا Hadirin Jama`ah Jumat yang dimuliakan Allah swt. Pada satu kesempatan Imam Ali Karramallahuwajhah ditanya tentang ciri ciri orang yang bertakwa itu seperti apa saja. Maka beliau menjawab bahwa ada empat ciri khas orang yang disebut sebagai orang yang bertakwa muttaqin. Pertama adalah, Dia hanya takut kepada Allah swt, tidak kepada selain-Nya. Pada setiap diri manusia Allah titipkan rasa yang berpasangan, sedih dan bahagia, harap dan cemas, juga berani dan ketakutan. Pada dasarnya rasa takut yang ada pada diri manusia akan membuat dia lari dari objek yang dia takuti, akan tetapi rasa takut kepada Allah swt justru akan membuat diri itu semakin dekat dan hanya bergantung kepada Allah swt, segala hal ihwalnya hanya disandarkan kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda "Mintalah kepada Allah Meskipun hanya garam meja makan malam. Rasa takut seperti ini akan membuat seseorang merasa nyaman di sisi Allah swt dan tidak tergantung kepada Selain Allah swt". Kedua adalah, cenderung mengamalkan isi Al-Qur’an, baik hukumnya, nilai etikanya, ataupun suka berinteraksi dengan Al-Qur’an itu sendiri. inilah ciri dari orang yang bertakwa menurut Imam Ali bin Abi Thalib. Selalu membaca Al-Qur’an, mendengarkan bacaanya, mentadabburi kandungannya dan berusaha untuk hidup di bawah jalur Al-Qur’an. Sehingga orang yang semakin bertakwa akan terlihat kecenderungannya kepada Al-Qur’an dibandingkan dengan ucapan atau bacaan lainnya. Ciri ketiga adalah, qona’ah atau merasa puas dengan apa yang ada. Orang yang dekat dengan Allah swt, akan selalu takut kepada Allah. Ketika manusia sudah sangat dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka ia akan menyadari betul bahwa sebaik baik cara menghadapi hidup ini adalah bersyukur dengan apapun yang Allah berikan, baik suka maupun duka, baik cukup maupun tidak cukup. Sebab bagi orang yang qana'ah maka segala keputusan Allah adalah yang terbaik baginya apapun keadaanya. Sikap qona’ah inilah yang akan membawanya hidup sederhan dan jauh dari sikap memaksakan diri. Ciri keempat orang yang bertakwa adalah selalu sadar bahwa dunia bukan hunian terakhir baginya, dunia bukan tempat tinggal asalnya, dia akan kembali ke kampung halaman asalnya, tempat dimana ayah dan ibu moyangnya sempat tinggal, yakni akhirat. Orang bertakwa akan selalu berfikir masa depan akhiratnya, meskipun dia masih hidup di dunia. Ia akan selalu sibuk dengan akhiratnya meskipun sedang dalam sibuk dengan dunia. Semoga Allah swt menjadikan kita semua, pribadi-pribadi yang baik dalam berkomunikasi, baik sesama manusia apalagi kepada orang tua, guru-guru kita, orang orang yang lebih dewasa dan belia dari kita. Amin ya Rabbal a’alamin بَارَكَ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم. Khutbah ke II الحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَر. أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اللهم صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيّ وآله وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا مَعْشَرَ المُسْلِمِيْنَ. أُصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَاتّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّم. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللهم صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِي الأُمِيّ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَارْضَ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المُهْدِيِيْنَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكَرْ وَعُمَرْ وَعُثْمان وَعَلِي وَعَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن وَعَلَيْنَا وعَلَيْهِم وَفِيْهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَات وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَات الأَحْيَاء مِنْهُم وَالأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِي الحَاجَاتِ وَمُكَفِّرُ الذُّنُوْبِ وَالسَّيِّئَاتِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهم اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ الحَمْدُ لِلِه رَبِّ العَالَمِيْن عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُم وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُم وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر Ustadz Sunarto, Ketua MWCNU Bumi Waras, Bandar Lampung.